From Cabe Alas to “Mince Muda” (Minuman Cabe Jamu Daerah Madura)

9:58:00 AM

Cabe alas atau sering disebut cabe jamu, merupakan potensi terbesar di Kecamatan Dungkek, tepatnya di dusun Todinding. Sebagian besar pekarangan rumah masyarakat banyak ditanami tumbuhan cabe alas ini. Tidak hanya di pekarangan, tetapi hampir disepanjang jalan berjajar tumbuhan ini. Dan tidak dapat dipungkiri, ternyata hasil dari cabe ini merupakan salah satu penghasilan terbesar masyarakat Todinding. Apalagi ketika petani mulai memanen cabe ini, kemudian dijual dengan keadaan yang dikeringkan saja, dapat memberikan profit yang cukup besar bagi petani. Profit ini dikatakan besar, karena masyarakat hanya bermodalkan tanah yang dimiliki, dan tumbuhan cabe jamu yang dapat tumbuh dengan subur di tanah garam ini. Yang juga dibantu oleh sinar matahari sebagai salah satu media pengeringan cabe jamu ini.

Dalam benak masyarakat yang belum mengetahui cabe ini, pastinya telah terbayang rasanya yang pedas. Benar atau tidak, akan tetapi pada tumbuhan ini memiliki ciri khusus yang dapat membedakan cabe ini dengan cabe lainnya. Yaitu jika cabe jamu yang sudah bewarna merah (masak) dimakan langsung akan menghasilkan rasa manis pada lidah kita, akan tetapi ketika sudah masuk dikerongkongan, efek jamunya akan bekerja, yaitu terasa hangat. Jika tidak terbiasa makan secara langsung, maka dapat dipastikan akan terasa sangat menyengat ditenggorokan dan membuat konsumen tidak akan nyaman untuk mengonsumsinya.

Sehingga dengan keadaan diatas, kelompok KKN 78 dari Universitas Trunojoyo Madura mengangkat suatu produk minuman yang diadopsi dari produk temuan beberapa Mahasiswi Universitas trunojoyo Madura yang menjuarakan minuman ini di tingkat Nasional. Yaitu dengan menciptakan produk yang berjudul “Mince Muda” singkatan dari Minuman Cabe Jamu Daerah Madura. Jamu yang dijadikan minuman berkhasiatt untuk penyembuhan berbagai penyakit, seperti: flu, demam, membersihkan rahim (bagi wanita sesudah melahirkan), dan banyak lagi manfaat yang lain.

Sosialisasi sekaligus praktek pembuatan Mince Muda, langsung dilakukan di dusun Todinding, Dungkek, Sumenep, yaitu desa ujung timur di Pulau Madura. Sosialisasi dan pembuatan produk tidak membutuhkan waktu  yang lama. Dan mendapat sambutan yang sangat baik dari para petani cabe jamu. Karena jika dilihat profit antara penjualan kering, dengan diolah menjadi Mince Muda, memberikan profit yang berlipat, asalkan pendistribusiannya lancar kepada konsumen.

Pembuatan produk ini mendapatkan dorongan dari bebrapa pihak yang berperan penting di Kecamatan Dungkek ini. Karena produk ini memang baru pertama kali di lakukan inovasi dan berani mengubah cabe alas menjadi minuamn berkhasiat tanpa meracuni, dan asli terbuat dari alam, tanpa bahan pengawet sedikitpun.

Share this

A miracle believer and a boy who is always onfire.

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »