Ciptakan Inovasi baru, Kini Limbah Alam Berkurang di Lapa Laok !

11:47:00 PM

Pelatihan pengelolaan limbah siwalan dan kelapa di lapa laok


Dimana ada masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Limbah dibagi menjadi 2 macam yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari kegiatan manusia dan hewan yang bisa diuraikan kembali oleh bakteri. Contohnya yaitu dedaunan, sisa-sisa makanan, kotoran manusia, kulit pohon, dll. Sedangkan limbah anorganik merupakan limbah yang dihasilkan manusia yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri. Contonya yaitu sampah plastik, limbah pabrik, botol air minum dll. Bagi orang awam limbah merupakan sesuatu yang tidak berguna. Seringkali orang menganggap bahwa limbah tidak bermanfaat bagi kehidupan karena dapat menyebabkan pencemaran, namun dalam perkembangan zaman pemikiran manusia semakin berkembang, saat ini banyak manusia yang menghasilkan karyanya yang terbuat dari limbah. Manusia memanfaatkan limbah yang tidak berguna menjadi berharga dengan nilai yang tinggi. Pemikiran tersebut juga dimiliki oleh warga Desa Lapa Laok dan Mahasiswa KKN UTM kelompok 04.



Pelatihan pengelolaan limbah siwalan dan kelapa di lapa laokDesa Lapa Laok merupakan desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah terutama pohon kelapa dan pohon siwalan. Kebanyakan warga Lapa Laok mmenggunakan limbah batok kelapa sebagai bahan bakar untuk memasak namun ada juga sebagaian kecil warga Lapa Laok sudah memanfaatkan limbah dari daun siwalan dan batok kelapa menjadi kerajinan tangan. Bapak Masudi adalah salah satu warga Lapa Laok yang mempunyai kemampuan dalam bidang kerajinan dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar, dimana beliau sudah pernah menjuarai lomba kerajinan no 1 tingkat kabupaten sumenep yang diikuti oleh beberapa desa dan dari situlah bapak Masudi memulai mengembangkan kerajinannya tetapi kerajinan itu tidak berjalan mulus dan harus berhenti ditengah jalan karena kurangnya informasi untuk mengembangkan usahanya baik dari segi pemasaran, pengemasan hingga mengembangkan usahanya kedepannya, dan pada saat itulah bapak Masudi tidak lagi mengembangkan usaha kerajinannya dan kembali beralih menjadi seorang nelayan.



Pelatihan pengelolaan limbah siwalan dan kelapa di lapa laokSetelah kami melakukan survey dan kami terus berusaha ingin mengembangkan desa yang ada di lapa laok mulai dari SDA dan SDM nya sehingga kami mempunyai inisiatif untuk membantu bapak Masudi mulai dari segi pengemasan, pemasaran hingga pengembangan usahanya kedepannya agar tetap berkembang dan Alhamdulillah bapak Masudi menrima keingin kami untuk membantu usahanya. Disini bapak Masudi mengembangkan tidak hanya kerajinan dari hiasan meja untuk mempercantik ruangan dimana hiasan meja ini kurang lebih seperti vas bunga tetapi lebih memanfaatkan limbah dari daun siwalan, buah cemara, batok kelapa dan juga pasir, adapun produk olahan kerajinan limbah yang kedua yaitu lampu buah dari limbah batok kelapa dan juga tangkai pohon bambu yang kecil dan juga kayu sisa dan juga lampu sebagai penerangnya, jadi kami lebih memanfaatkan limbah yang ada dari lampu buah tersebut kami memberikan saran kepada bapak Masudi untuk membuat lampu buah karena dari tangan beliaulah terciptnya sebuah inofasi dan kreasi kerajinan yang bernilai tinggi dan sangat membantu untuk mengolah limbah yang ada disekitar sehingga tidak ada limbah yang terbuang.

                           Pelatihan pengelolaan limbah siwalan dan kelapa di lapa laok

Oleh : Ida Lestiana | 130641100020 | Pendidikan IPA

Share this

A miracle believer and a boy who is always onfire.

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
August 10, 2016 at 3:58 PM delete

sgt kreatif dan inovatif, sukses sll untuk mahasiswa(i)univ.trunojo madura khususnya yg sdh banyak membantu di lapa laok

Reply
avatar