Kreatif, Warga Lapa Laok ciptakan Abon Ikan "LALA"

8:57:00 AM
Lapa Laok adalah salah satu desa yang ada di kecamatan dungkek, kabupaten sumenep. Banyak sekali potensi yang dimiliki oleh desa tersebut, salah satunya adalah ikan yang dihasilkan oleh para nelayan. Sayangnya, ikan yang dihasilkan oleh para nelayan di desa lapa laok tersebut tidak diolah. Mereka hanya menjual ikan mentahannya langsung dengan harga yang bisa dibilang murah. Oleh karena itu, kami (peserta KKN) menyumbangkan ide kepada masyarakat Lapa Laok supaya sebagian ikan yang dihasilkan oleh nelayan itu dapat di olah. Kami, menyarankan supaya ikan tersebut diolah menjadi Abon ikan. Dengan adanya pengolahan abon ikan tersebut, maka hal ini dapat meningkatkan nilai ekonomis.

KKN 4 UTM 2016 mengadakan pelatihan kepada masyarakat di Desa Lapa Laok dimulai dari pemodalan, produksi, pengemasan, perizinan, hingga pemasaran. Sebelum pelatihan pengolahan abon ikan, kami merekrut peserta yang siap untuk mengikuti pelatihan ini. Dari dua puluh orang peserta KKN, kami dibagi menjadi empat. Yaitu dibagi untuk bersosialisasi pada setiap Dusun yang ada di Desa Lapa Laok. Ada yang bersosialisasi ke Dusun Bujaan, ada yang di Buddhi, Todinding, dan Buraja.

Dari hasil bersosialisasi, empat dusun tersebut dibagi menjadi dua untuk pelatihan pengolahan abon ikan. Mengapa tidak disatukan disatu tempat? Hal itu dikarenakan oleh jarak empat dusun tersebut. Pelatihan pengolahan abon ikan di Dusun Bujaan disatukan dengan Dusun Buddhi, sedangkan Dusun Todinding dengan Dusun Buraja. Untuk pelatihan Abon Ikan pertama kali dilakukan di Dusun Todinding dan Buraja yang diadakan pada tanggal 18 juli 2016 tepatnya pada hari senin malam pukul 18:30 WIB yang bertempat di rumah kepala dusun Todinding, yaitu bapak Yanto.

Banyak Peserta yang hahdir pada malam pelatihan pengolahan abon ikan yang diadakan di rumah kepala dusun Todinding. Kami mulai mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada saat pelatihan pengolahan abon ikan. Mulai dari kompor gas, wajan, sutil, plastik untuk pengemasan, alat press plastik, serta bahan-bahan yang akan dibuat abon. Awalnya kami merasa canggung, lama-lama kami mulai bisa berbaur dengan peserta yang hadir dan langsung produksi abon ikan bersama-sama.









Dimulai dari suwir-suwir ikan, kemudian ikan yang sudah di suwir-suwir tersebut dihaluskan. Ada sebagian yang menghaluskan bumbu dan memilih tulang-tulang yang masih ada pada ikan yang sudah dihaluskan. Setelah semua bahan dihaluskan, baru ikan yang sudah dihaluskan tersebut disangrai hingga kering. Setelah itu, didiamkan atau didinginkan sebelum pengemasan. Setelah dingin, baru kami melakukan pegemasan. Dan hasilnya, sangat memuaskan! Rasa dan kemasannya menarik perhatian peserta yang turut menghadiri pelatihan pengolahan abon ikan dari produksi hingga pengemasan.

Share this

A miracle believer and a boy who is always onfire.

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments